Kurang Pelatih Pembina Pusdiklatda Kwartir Daerah Bengkulu adakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar Tahun 2017

Peserta KPD saat foto bersama dengan Ka.Kwarda Kak Meri Sasdi

WhatsApp Image 2017-11-23 at 4.25.45 PM

Pembukaan KPD Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Tahun 2017

Bengkulu (23/11), Pusdiklatda Prof. Dr. H. Hazairin, S.H., M.H. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka 07 Bengkulu mengadakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Tahun 2017. Peserta dari KPD ini adalah utusan kakak-kakak pembina dari masing-masing kwartir cabang se-Kwarda Bengkulu. Jumlah peserta KPD ini adalah 28 Orang. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar ini dilaksanakan dari tanggal 20-25 November 2017 bertempat di Bumi Perkemahan Kwartir Daerah Bengkulu. Pengisi materi KPD ini dari Pelatih Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Kak Ananta, Tim pelatih-pelatih yang ada di kwartir cabang se-Kwarda Bengkulu. Kak Widi Selaku Pinsus KPD Tahun 2017 ini menjelaskan bahwa Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pelatih di tiap-tiap Kwartir Cabang Se-Kwarda Bengkulu dan juga memberikan kesempatan para pembina yang sudah memenuhi kualifikasi seperti telah melaksanakan KMD dan KML. Kepala Pusdiklatcab Benteng ini juga mengatakan bahwa dalam kegiatan ini cukup banyak materi yang diberikan diantaranya adalah penyampaian fundamental  gerakan pramuka seperti sejarah gerakan pramuka, Undang-undang gerakan pramuka, serta AD/ART gerakan pramuka, disini juga para calon pelatih pembina pramuka diajarkan bagaimana implementasinya dalam pelaksanaan di masing-masing gugus depan, di kwartir cabang dan mengenai manajerial tentang kepelatihan sebagai seorang pelatih. Mereka juga dibekali bagaimana merancang, mendesain, membuat skenario dalam melakukan pembinaan di gugus depan masing-masing.(AK/Humas Kwarda Bengkulu)

Advertisements

Kwarcab 0704 Kota Bengkulu mengadakan KMD Guru 3T

Sebanyak 16 orang guru 3T (Terdepan, Terpencil, dan Terluar) mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) yang terdiri dari 6 orang Putra dan 10 Orang Putri. Peserta berasal dari beberapa kab/kota di Indonesia. Kursus Mahir Dasar (KMD) dilaksanakan dari tanggal 26-31 januari 2017 di PUSDIKLATCAB BALAI BUNTAR Kota Bengkulu. Kursus Mahir Dasar ini dilaksanakan oleh Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu dengan tujuannya adalah menciptakan pembina pramuka yang profesional untuk membentuk karakter anak bangsa di daerah terpencil. Kegiatan KMD ini meliputi kegiatan materi dan praktek lapangan, untuk kegiatan materi, pemateri langsung dari tim pelatih PUSDIKLATCAB 0704 Kota Bengkulu [Humas Kwarda].

Gugus IV Ketahun Mengadakan Kegiatan Persami dan Sosialisasi K-13 Tentang Ektrakulikuler Wajib Kepramukaan

 

20150829_221839

     Para Peserta Sosialisasi K-13

20150829_221822

Kak Riyadi (kanan) dan Kak Hilal (Kiri) dalam Sosialisasi K-13 kepada para Pembina Pramuka di Gugus IV Ketahun

SDN 09 Ketahun menjadi tuan rumah kegiatan Persami Gugus IV tahun 2015 & Sosialisasi K-13 tentang Ekstrakurikuler Wajib Kepramukaan. Para peserta yang terdiri dari Pramuka Penggalang mengikuti kegiatan  Persami dengan sangat semangat. Begitu juga para Pembina tidak kalah antusiasnya dalam mengikuti kegiatan Sosialisasi K-13 yang disampaikan oleh pemateri dari Kwarda 07 Bengkulu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 6 Gugus Depan. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 29-30 Agustus 2015. Puncak dari rangkaian kegiatan persami ini adalah kegiatan api unggun. Seluruh peserta sangat bersemangat dalam kegiatan api unggun tersebut. Setelah kegiatan api unggun kegiatan dilanjutkan dengan permainan dan bernyanyi.

[Humas Kwarda]

 

MTs Negeri 2 Kota Bengkulu Mengadakan Sosialisasi Ekstrakulikuler Wajib Dalam K-13

20150829_102615

Kak Riyadi Memaparkan Materi Kepramukaan

Dalam rangka pelaksanaan sosialisasi ekstrakulikuler wajib dalam K-13 pihak sekolah dalam hal ini MTs Negeri 2 Kota Bengkulu mengundang pemateri dari Kwartir Daerah Bengkulu untuk memaparkan dan menjelaskan mengenai ekstrakulikuler wajib dalam K-13. Peserta sosialisasi ini terdiri dari wali kelas. Pemateri dalam sosialisasi diisi langsung oleh kak Riyadi dan kak Hilal. Acara sosialisasi ini diadakan satu hari. Output dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar wali kelas dapat menerapkan kurikulum K-13.

[Humas Kwarda]

Sejarah Pramuka Indonesia

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.

Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.

Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.

Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.

Sumber: http://pramuka.or.id/sejarah-pramuka-indonesia/